Deli Serdang|Jurnal Post
Informasi adanya beberapa guru honorer yang terkesan secara secara lisan diduga dikeluarkan dari SMPN 5 Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang kini menjadi tanda tanya publik pasalnya beberapa guru honorer tersebut telah lebih dahulu mengajar di sekolah tersebut sejak berdiri nya SMPN 5 Lubuk Pakam sekitar tiga tahun yang lalu.
Namun seketika adanya edaran Disdik kab Deli Serdang dan BKPSDM terkait pengangkatan PPPK dan yang paruh waktu guna untuk memberdayakan guru sebagai mana mestinya, namun hal ini juga diduga menjadi salah satu keputusan kepala sekolah SMPN Negeri 5 Lubuk Pakam secara tidak langsung seolah Diduga memerintahkan guru-guru honorer tersebut untuk pindah dari sekolah dan mencari lompatan kerjaan ditempat yang lain.
Satu sisi adanya perbedaan dari hasil konfirmasi dari kepsek SMPN 5 Lubuk Pakam dan yang didapatkan informasi dari narasumber yang di lindungi identitasnya, yang menerangkan bahwa adanya pemberhentian guru honorer atas dasar dugaan perintah kepala sekolah SMPN 5 Lubuk Pakam pada saat rapat mengenai surat edaran yang dilayangkan oleh Disdik Kab Deli Serdang.
Saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut Senin, (12/01/26) narasumber yang merupakan Honorer di SMPN 5 Lubuk Pakam menjelaskan “pertama kami di beritahu melalui via WhatsApp grup dari wakil Kepala sekolah agar guru-guru honorer mengisi formulir yang dikirim via WhatsApp dan kami isi, kemudian kami disuruh kepsek rapat pada awal masuk sekolah kemudian kepsek membacakan bahwa dengan adanya edaran dari Disdik kab Deli Serdang dan BKPSDM bahwasannya pertanggal 1 Januari tidak ada lagi honorer di kab Deli Serdang, kemudian honorer sejak Oktober lalu harus mendaftar kan diri ke BKPSDM untuk menjadi penjaga sekolah, petugas kebersihan dan Biru harian lepas (BHL) sementara kami guru yang harusnya mengajar” ujar narasumber yang dilindungi identitas nya.
Lanjutnya ”setelah itu kami yang menghadiri rapat tersebut kemudian diberhentikan dengan alasan jam mengajar kami tidak ada karna sudah penuh, dan disuruh mencari pekerjaan ke sekolah lain padahal kami telah mengajar terlebih dahulu sejak pertama berdiri sekolah tersebut” papar guru honorer tersebut yang meminta dilindungi identitas nya.
Kemudian guna mencari informasi akan hal tersebut awak media mencoba menemui kepala sekolah SMPN 5 Lubuk Pakam dikantor nya pada Rabu, (14/01/26) dan mempertanyakan informasi yang di dapat dari narasumber “Sebelum nya kan ada pengangkatan P3K paruh waktu sebanyak tiga orang dan mereka lebih berkompeten untuk mengajar secara SK ya, dan harus diberikan tugas sehingga saya sampaikan kepada yang honorer ya mau bagaimana lah ya saya juga dengan berat hati, tapi ya Cemana ya ini juga sistem saya sampaikan kepada mereka” Pungkas nya.
Lanjut kepsek menjelaskan bahwa dirinya diduga berdalih tidak ada memberhentikan saat dikonfirmasi “sebenarnya saya bukan menegeluarkan pak, cuma karena jam nya sudah tidak cukup dan didapodik pun belum saya keluarkan cuma saya sampaikan cobalah bapak ibu silahkan cari sekolah yang lain dan yang ada kelas, karna disekolah kita sudah ada ASN PPPK dan PPPK paruh waktu jadi tidak ada lagi jam nya” tutur kepsek SMPN 5 Lubuk Pakam.
Untuk itu DPP LSM PERADI melalui wakil ketua umum angkat bicara meminta agar diberikan solusi kepada nasib 7 orang honorer yang mengajar di SMPN 5 Lubuk Pakam “kami meminta kepada bapak Bupati Deli Serdang agar sekiranya dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait guru honorer yang telah mengabdi di sekolah-sekolah negeri, sejatinya guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang perlu di perhatikan” ujar wakil ketua umum DPP LSM PERADI.
DPP LSM PERADI akan Surati kepada pemerintah pusat khusus nya Kemendikbud RI bila permasalahan ini tak kunjung ada solusi nyadan keputusasaan secara tertulis “sebgai penerima aspirasi masyarakat untuk akan melaporkan terlebih dahulu permasalahan ini kepada bapak Bupati Deli Serdang juga Disdik kab Deli Serdang seandainya tak kunjung juga terselesaikan maka kami dengan tegas akan melaporkan kee pemerintah pusat dan kementerian pendidikan Republik Indonesia ”tegas wakil ketua umum DPP LSM PERADI.
(Tim)
