Madina | jurnalpost.Net
Usai menghadiri acara bakti sosial Rumah Sakit Permata Madina Panyabungan yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada seluruh warga Desa Muara Batang Angkola, yang dipimpin langsung dr H.Safi'i Siregar Sp.OG, selaku owner Rumah Sakit Permata Madina Panyabungan.
Sabtu siang( 3/1), Camat Siabu, Sudarajat Putra Batubara S.H.,MH, didampingi Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kantor Camat Siabu, Ahyar Nasution, dan Kades Muara Batang Angkola, Satriya Wira mengunjungi kampung sedikit yang berada di Seberang Sungai Batang Gadis dengan menggunakan perahu mesin atau yang biasa disebut perahu bot, istilah warga.
Dengan mengitari Sungai Batang Gadis dengan perahu dari pangkalan perahu, dengan jarak tempuh sekitar 15 menit, Camat Siabu bersama rombongan sudah sampai di tepi perkampungan dan berjalan lagi ke arah perkampungan warga sekitar 15 menit lagi melalui jalan setapak dan berlumpur.
Dengan akses jalan yang begitu sulit, Camat Siabu sangat miris melihat kehidupan warga Kampung sedikitz apalagi di huni oleh berbagai Desa, diantaranya Warga Desa Tangga Bosi III, Desa Tanjung Sialang, Desa Huta Godang Muda dan Desa Muara Batang Angkola, jumlah Kepala keluarga seluruhnya yang ada di daerah tersebut, berjumlah 40 KK
Yang membuat Camat Siabu, Sudarajat Putra lebih miris warga kampung sedikit adalah kondisi warga yang sangat terisolir dan kehidupan mereka yang sangat pas Pasan, dan tergolong kepada miskin ekstrim.
Namun apa boleh buat, dengan dihuni dari dari berrbagai Desa terapi Mereka hidup satu hamparan atau saru wilayah,.Camat Siabu mengusulkan kepada warga agar mereka menjadi satu kepala Desa saja dan tidak berbeda beda Kepala Desa agar lebih mudah menangani mereka.
Warga Kampung Sedikit mengeluhkan kehidupan mereka kepada Camat Siabu agar memperhatikan kondisi mereka, dimana air bersih tidak ada, rumah mereka sudah banyak yang sudah reot dan pekerjaan mereka adalah buruh tani, atau bisa disebut mengomo di parusahoan ni halak.
Warga juga mengaku, mereka tidak mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH, padahal kondisi Mereka sangat miskin sekali.
Mendengar keluhan warga, Camat Siabu akan mencari solusi buat warga yang ada di kampung sedikit, selepas pulang dari tempat ini.
Camat Siabu juga mengatakan, sangat ibu sekali melihat kehidupan para warga, dimana mereka hidup di kelilingi oleh Sungai Batang Gadis, nyawa mereka menjadi taruhan apabila sungai itu meluap, dan tidak ada pelarian warga kecuali lari ke hutan.
Dalam kesenpatan tersebut Kades Muara Batang Angkola, Satriya Wira akan mengutus guru ngaji dari Desa Muara Batang Angkola untuk mengajari warga yang ada di daerah Kampung Sedikit tentang agama Islam ,karena seluruh warga di sana beragama Islam.
Camat Juga Kunjungi Tempat Ibadah Warga
Dengan kondisi bangunan iibadah warga yaitu musholla dengan bangunan seadanya, tanpa ada MCK dan tempat whuduk warga.
Nampak juga, tidak ada pengeras suara dari Musholla, dan tidak ada mimbar mesjid untuk sholat Jum'at dan bangunan juga masih serba sederhana
Camat Siabu melihat kondisi mushola ini ,perlu jadi perhatian semua pihak, dan begitu akses jalan yang sangat sulit sekali, perlu pembenahan Kampung Sedikit yang sudah masuk daeeah terisolir.( Zakaria)
