Langkat, SumateraUtara | jurnalpost.Net
Antrean kendaraan hingga 1 kilometer terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Langkat. Kondisi ini membuat sebagian ruas jalan terpengaruh, meskipun belum menyebabkan kemacetan yang parah.
Kendaraan yang mengantre didominasi oleh truk, pik up, dan bus yang menggunakan bahan bakar solar. Menurut beberapa sopir yang mengantri, sejumlah SPBU di sepanjang jalan lintas Sumatera jalur Medan-Aceh telah mengalami kekosongan stok solar, sehingga mereka terpaksa berkumpul di SPBU yang masih memiliki pasokan. "Kami sudah lewat beberapa SPBU tapi solarnya habis, baru di sini ada. Walaupun antreannya panjang, tapi tidak ada pilihan lain," ujar salah seorang sopir truk.
Pihak pemerintah Kabupaten Langkat telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang. Menurut keterangan yang diterima, pasokan bbm sedang dalam proses penyesuaian dan distribusi akan segera diperbaiki. Selain itu, pemerintah juga mengimbau agar tidak terjadi tindakan penimbunan atau pemalsuan tangki kendaraan yang dapat memperparah kondisi kelangkaan sementara ini.
"Kami sedang berkoordinasi erat dengan pihak Pertamina untuk memastikan pasokan BBM dapat sampai ke seluruh SPBU di Langkat secara merata dan tepat waktu. Masyarakat tidak perlu khawatir dan diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban serta kelancaran distribusi," ujar salah satu pejabat pemerintah setempat.
Selain itu, untuk mengatasi antrean panjang, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan transaksi nontunai seperti aplikasi MyPertamina, kartu debit, atau QRIS saat mengisi BBM, yang dapat mempercepat proses transaksi dan mengurangi waktu tunggu.(Armansyah)
Editor: Kr Sinaga
